IKLAN

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Tutorial

HEBOH

Kuliner

Youtube Tutorial

Games

Lowongan Kerja

OpenSource

Persiapan Rizman Putra, Astronot Asal Indonesia yang akan Segera Take Off

Rizman Adhi Nugraha bakal menjadi astronot pertama dari Indonesia yang akan menjelajah angkasa. Waktu keberangkatan pun semakin dekat. Jika tak ada perubahan, take off paling cepat akhir tahun ini dan paling lama awal tahun depan.


"MAUNYA sih selfie dan bikin video di sana," kata Rizman membuka wawancara melalaui sambungan telepon kepada Babel Pos tadi malam.

Dikatakan Rizman, hingga saat ini persiapan yang ia lakukan tak banyak. Selain menjaga kesehatan, dia juga persiapan fisik. Karena perjalanan ke luar angkasa dirasa tidak sama dengan perjalanan pesawat antar provinsi. Apalagi dengan pesawat khusus nantinya. "Lebih banyak persiapan fisik dan kesehatan, tak banyak," ujar Rizman yang baru saja dikarunia puteri ini.

Rizman sangat bersyukur dgn peluang yg dirinya punya. Jadi orang Indonesia yg menuju angkasa. Terlebih menjelang keberangkatan dia mendapat dukungan istrinya Natasha. "Yabiarpun beliau khawatir & takut, dia konsisten dukung," imbuh Rizman yg memberikan nama terhadap putrinya Qisya Qanita ini.

Seperti diketahui, Rizman Adhi Nugraha terpilih menjadi salah satu dari 24 peserta pada kompetisi AXE Apollo Space Academy di Florida, Amerika Serikat. Kini dia menyelesaikan kursusnya di Florida. Rizman berhak untuk diberangkatkan ke antariksa dengan XCOR Aerospace Lynx, sebuah pesawat luar angkasa komersial.

Putra kelahiran Tanjungpandan, Bangka Belitung 2 April 1989 ini mengatakan, ketika para juri yang salah satunya adalah astronot legendaris Amerika, Buzz Aldrin, mengumumkan kemenangannya di Kennedy Space Center, Florida, ia sama masih belum percaya bahwa ialah yang terpilih. "Ngak nyangka mas," katanya singkat waktu itu.

Diceritakan oleh Rizman awalnya ia tertarik mendaftar karena melihat iklan di salah satu televisi swasta. Dikatakan putra pasangan Usman Idris dan Ramayana ini saat itu ia hanya berpikir mau bertemu artis yang ada di iklan itu saja. Akhirnya ia pun mendaftar setelah mendapat dukungan keluarga dan koleganya.

Rizman memang lahir di Tanjungpandan. Sejak kecil ia dibesarkan di Belitung. Pendidikan sekolah dasar ia tempuh di SD 45 Tanjungpandan. Setelah tamat ia melanjutkan ke SMPN 1 Tanjungpandan dan kemudian SMA Negeri 1 Tanjungpandan. Setelah tamat tahun 2006, ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Bina Nusantara, Jakarta mengambil program IT. Dan saat ini ia juga bekerja pada sebuah perusahaan IT.

Menurutnya, tes yang diikutinya cukup panjang. Diantaranya tes tes fisik, psikologi, bahasa Inggris, dan beberapa kegiatan yang menguji keberanian. Ia terpilih bersama tiga finalis asal Indonesia lainnya. Yakni Abraham Vigrana, mahasiswa asal Bandung dan Muhammad Sidharta Krisna, seorang dokter asal Jogjakarta. Mereka kemudian dikirim untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional yang dilaksanakan di Orlando, Florida, Amerika.


"Situasi kompetitif sangat terasa. Peserta dari negara lain badannya lebih besar, tapi saya positif thinking, karena saya yakin kemampuan saya tidak kalah dengan peserta dari negara lain," ujar Rizman sebagaimana dikutif Babel Pos pada laman voaindonesia.com.

Di Florida, para finalis diberikan pelatihan astronot yang menantang fisik dan mental. Selain tes fisik yang berat, mereka juga ditantang menjadi co-pilot untuk menerbangkan pesawat tempur SIAI Marchetti SF260. Pesawat tersebut terbang melebihi kecepatan suara sambil melakukan gerakan akrobat di udara.

Setelah itu para calon astronot ini juga harus merasakan sensasi gravitasi nol ketika diangkut dalam pesawat Boeing 727 yang melakukan gerakan parabola dan akhirnya mengikuti simulasi gaya gravitasi ekstrim dalam G Force Training.

Masih dari halaman voaindonesia Rizman mengatakan belum pernah melakukan pelatihan fisik seberat ini. Dalam hal olahraga, ia mengaku hanya terbiasa bermain futsal seminggu sekali. Tapi ternyata dirinya mampu dan sukses menjalani semua tes, bahkan sangat menikmati beberapa kegiatan yang menantang nyali.

"Ketika mengikuti program Air Combat Mission, saya menjadi co-pilot pesawat tempur yang melakukan gerakan akrobatik di udara. Anehnya saya sama sekali tidak merasa takut, malah tertawa-tawa. Saya merasa senang seperti naik jet coaster. Di atas pesawat saya malah foto-foto," cerita Rizman yang sempat membuat seorang juri heran ketika melihat ekspresinya yang sangat ceria setelah turun dari pesawat.

Sambil menunggu keberangkatannya ke luar angkasa pada tahun 2015, Rizman yang bercita-cita menjadi pengusaha ini bertekad untuk meningkatkan ketahanan fisiknya dengan lebih rajin berolahraga. Saat ini ia belum tahu misi spesial apa yang akan dibawanya ke luar angkasa, tetapi dirinya bertekad untuk mendokumentasikan semua kegiatannya nanti untuk bisa dibagikan kepada masyarakat Indonesia.


"Saya ingin mengharumkan nama bangsa Indonesia dan membanggakan orangtua, serta tanah kelahiran saya, Belitung," ujar Rizman. (bgs/trh)

29 Tahun Lalu Seharusnya Antariksawan Indonesia Sudah Ke Luar Angkasa

Antariksawan / Astronaut / Kosmonot adalah sebutan kepada seseorang yang telah mengikuti latihan pada program Antariksa, baik sebagai ketua, crew ataupun awak dari pesawat antariksa. Antariksawan pertama di dunia yaitu Yuri Gagarin , asal RSFSR Soviet atau Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia, Uni Soviet yang lahir pada tanggal 9 Maret 1934. Yuri Gagarin mengorbit selama 108 menit ke luar angkasa menggunakan roket Vostok-1 yang lepas landas dari Baikonour Cosmodrome, Kazakhtan. Setelah berhasil mengorbit, dia selamat dalam pendaratan Vostok-1 ke muka bumi. Semenjak itu Yuri menjadi terkenal di dunia, karena ia telah menjadi orang pertama yang pergi keluar angkasa dengan selamat. Yuri mendapat gelar dan medali dari banyak negara, salah satunya dari Indonesia. Bapak Presiden Soekarno memberikan medali Maha Putra kepada Yuri Gagarin karena Iya berhasil mengikuti program luar angkasa.



Tentang STS-61H


STS-61-H adalah misi wahana antariksa (Space Shuttle) Amerika Serikat yang rencananya diluncurkan tahun 1986 menggunakan Columbia, tetapi dibatalkan setelah musibah Challenger terjadi. Penerbangannya dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juni sampai 1 Juli 1986.





Kandidat Dari Indonesia


Pada tahun 1985, Indonesia memiliki 2 orang Kandidat Antariksawan yang dilatih oleh NASA. Yaitu, Pratiwi Sudarmono dan Taufik Akbar. 2 orang tersebut terpilih menjadi Antariksawan setelah mengikuti beberapa pelatihan di NASA. Mulai dari latihan mental, sampai latihan beradaptasi dengan gaya gravitasi di luar angkasa. Pratiwi dan Akbar dilatih oleh NASA karena Indonesia ingin mengirimkan satelitenya yaitu Satelit Palapa B3 dengan kode misi program luar angkasa STS-61-H yang sudah direncanakan menggunakan pesawat ulang alik Coloumbiaterbang pada tanggal 24 Juni 1986 dan Mendarat di bumi pada tanggal 1 Juni 1986. Selain satelit Palapa B3, misi ini juga membawa 2 satelit komersial yaitu Satelite Skynet 4A milik Britania Raya dan Westar 6S milik perusahaan Amerika Serikat yaitu Western Union. Misi STS-61-H Membawa 7 Crew dan 2 Back-Up Crew. Crew yang ikut dalam misi ini yaitu Michael Lloyd (Amerika Serikat) , John Elmer (Amerika Serikat), Robert Clyde (Amerika Serikat), James Frederick (Amerika Serikat), Anna Lee Tingle (Amerika Serikat) , Pratiwi Sudamono Pujilestari (Indonesia), dan Nigel Richard (Britania Raya). Sementara 2 Back-up Crew yaitu Richard Alfred (Britania Raya) dan Taufik Akbar (Indonesia).

Coloumbia Space Shuttle:

Awak STS61H
Awak STS61H di Simulator

Penyebab Kegagalan Pratiwi dan Kawan

Semua persiapan sudah lengkap tetapi saat persiapan tersebut hancur ketika Pesawat Ulang Alik Challenger mengalami kecelakaan saat terbang pada detik ke 73 sesaat setelah diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida, 28 Januari 1986. Yang mengakibatkan meninggalnya 7 Antariksawan Asal Amerika Serikat. Penyebab kecelakaan adalah Disintegrasi seluruh pesawat mulai dari segel cincin-O di kanan solid rocket booster(SRB) gagal dilepas. Sampai satu dari dua roket pendorong miring dan menggores badan pesawat yang seketika timbul percikan api disusul meledaknya pesawat. Akibat dari kecelakaan tersebut Penerbangan Antariksa ditutup selama 32 Bulan dan Imbasnya kepada Misi STS-61-H yang didalamnya ada 2 Antariksawan Indonesia yang Ingin mengorbit bersama Satelit Palapa B3. Akhirnya Palapa B3 namanya diganti menjadi Palapa B2P yang diluncurkan pada tanggal 20 Maret 1987 dengan Roket Delta-3920


Satellite Palapa B2P

Delta 3920

Profil

Pratiwi Sudarmono


Pratiwi Pujilestari Sudarmono lahir di Bandung pada tanggal 31 Juli 1952. Ia lebih dikenal sebagai Microbiologiwan daripada sebagai seorang Antariksawan. Pratiwi seorang ilmuan dan profesor mikrobiologi dari Universitas Indonesia. Ia terpilih menjadi antariksawan pada tanggal 30 September 1985 yang diikuti sekitar 200 kandidat yang ikut seleksi menjadi antariksawan. Ia menduduki spesialis muatan dalam misi STS-61-H. Ia menggunakan nama “Sudarmono” sebagai nama panggilan di NASA. Pada saat itu ia mengharumkan nama Indonesia dan Asia, Karena Pratiwi menjadi wanita pertama yang menjadi Antariksawan Indonesia bahkan Asia. Pratiwi mengikuti berbagai pelatihan di NASA dibiayai langsung oleh pemerintah tanpa ada bantuan dari manapun. Ia selain menjadi calon Antariksawan Indonesia di NASA, sebelumnya ia mendapat gelar PhD. di Molecular Microbiology, Osaka University, Japan 1984. Pratiwi sekarang meneruskan karirnya di bidang Microbiologi di Universitas Indonesia sebagar Profesor dan dekan fakultas kedokteran UI.

Pratiwi Sekarang

Taufik Akbar


Taufik Akbar lahir di Medan, 8 Januari 1951. Ia seorang insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung dengan gelar Bachelor of Science di bidang Electrical Engineering pada tahun 1975, ia bekerja sebagai insinyur telekomunikasi. Bekerja untuk Telkom dalam pengembangan Palapa sistem satelit telekomunikasi, pada tanggal 30 Oktober 1985 ia terpilih untuk ambil bagian dalam misi STS-61-H sebagai Cadangan dari Pratiwi Sudarmono, ia mengikuti berbagai latihan ke antariksa bersama Pratiwi Sudarmono. Nama ia saat di NASA adalah “Akbar”. Tekad ia sangat kuat menjadi seorang Antariksawan Kedua setelah Pratiwi, tapi apa daya kecelakaan Pesawat ulang alik Challenger menjadi penyebab kegagalan Akbar dan Pratiwi. Tahun lalu beliau adalah seorang Direktur Sumber Daya Manusia di PT. Telkom Indonesia.

Taufik Akbar Tahun Lalu








source : http://www.kaskus.co.id/thread/5589c42ec3cb17b0528b456b/?ref=homelanding&med=hot_thread




Penemuan Piramida di Mars Munculkan Perdebatan


Semakin banyak temuan menarik di Planet Mars. Informasi terbaru menyebutkan robot penjelajah Curiousity Rover berhasil mencitrakan gambar kondisi terkini dari planet merah tersebut. Foto yang dikirimkan ke Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ini cukup mengejutkan.

Sebab, di gambar tersebut robot penjelajah ini mengangkap gambar dari bentuk Piramida yang tampak sempurna di salah satu dataran di Mars. Bagi orang yang percaya pada kehidupan lain ini bisa menjadi alat bukti teori konspirasi peradaban alien.
Dikutip dari Mirror, Rabu (24/6) Piramida yang terekam oleh Curiousity Rover ini dianggap mempunyai ukuran sebesar mobil, dan kebanyakan orang percaya itu tidak lebih dari sebuah formasi batuan semata.

Namun, saluran YouTube bernama ParanormalCrucible yang menayangkan video soal piramida di Mars ini bersikeras bahwa desain piramida ini terlalu sempurna untuk dibuat sebagai kebetulan semata. Sebab ini seperti hasil reancangan cerdas dan tentu saja tidak ada trik cahaya dan bayangan.


Teori aneh lain menunjukkan piramida hanya ada tampak di ujung dari struktur yang lebih besar terkubur di bawah tanah. Sementara itu tidak ada konfirmasi resmi dari NASA mengenai kehadiran bebatuan berbentuk piramida yang menimbulkan perdebatan tersebut.

Akhir tahun lalu, robot penjelajah, Curiosity Rover, mendapatkan beberapa temuan yang diperkirakan planet merah ini pernah memiliki sebuah danau besar di atas permukaan tanah.

Hal ini disimpulkan berdasarkan temuan dari Pegunungan Sharp di Mars. Pegunungan dengan tinggi hampir 5.000 meter ini berada di sekitar Kawah Gale yang ada di planet Mars.

Gunung ini ternyata terbuat dari berbagai jenis dan lapisan sedimen, di mana lapisan ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya kandungan air berupa danau atau sungai. (tyo/adt)
source http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150624105109-199-62033/penemuan-piramida-di-mars-munculkan-perdebatan/

Phree - Pulpen Ajaib, Bisa Menulis di Mana Saja

Phree, Pena Ajaib yang Canggih - Ketika mengoperasikan sebuah tablet, keberadaan stylus pen bisa membantu agar lebih presisi. Namun kemampuan sebuah stylus pen yang kini ada di pasaran cukup terbatas. Hal itupun kini ditutupi oleh sebuah stylus pen pintar bernama Phree yang memungkinkan penggunanya untuk memakai pena stylus ini di mana saja. Pena stylus ini bisa dipakai di berbagai jenis permukaan. Baik di kaca, di tangan, dinding tembok dan lain-lain. Alat inipun tak membutuhkan perangkat tambahan untuk bisa terhubung dengan notebook ataupun tablet. Pada alat ini sudah tersemat fitur laser yang memungkinkannya terhubung dengan perangkat lain.

Tak hanya itu, Phree ini juga mempunyai kemampuan tidak hanya sebagai alat input ke perangkat elektronik seperti PC dan tablet. Phree ini juga bisa difungsikan sebagai handset dan tentunya dapat dipakai untuk mengangkat panggilan telepon. Terlebih Phree juga mempunyai layar sentuh yang bisa menampilkan pesan masuk di telepon. Kalau masih merasa kurang, pena canggih ini juga bisa dipakai sebagai perangkat untuk keamanan biometrik memakai tulisan tangan lho


Namun pena ini tentu masih belum hadir ke pasaran, karena masih dalam tahap penggalanan dana di Kickstarter. Dalam waktu yang singkat, Phree inipun sudah berhasil memenuhi target dana sebesar 100 ribu USD. Jadi, siap-siap untuk memperoleh pena canggih ini dalam beberapa bulan mendatang. Berikut adalah post tentang Phree, Pena Ajaib yang Canggih Dikutip via Kickstarter
source http://www.malesbagi.com/2015/05/phree-pena-ajaib-yang-canggih.html

Astronaut Pertama Inggris Tak Berambisi ke Planet Mars


http://indonesiansains.blogspot.com/ -- Penerbangan manusia ke planet Mars telah direncanakan oleh banyak pihak. Sebut saja badan antariksa Amerika Serikat NASA, perusahaan SpaceX milik jutawan Elon Musk, dan proyek Mars One asal Belanda. Mars diyakini bisa menjadi harapan bagi peradaban manusia sebagai tempat tinggal baru, tetapi hal ini tampaknya tak menggiurkan bagi Tim Peake.

Bernama lengkap Timothy Nigel Peake, lelaki usia 43 tahun ini adalah astronaut resmi Inggris pertama yang akan ditugaskan menjalani misi Expedition 46 dan Expedition 47 di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Desember 2015 esok.

Berbicara soal rencana penjelajahan awak ke Mars, Peake terlihat tak memiliki ambisi untuk bisa ikut serta dalam misi Mars.

Baca juga: Bos NASA: Saya Percaya Manusia Tak Sendiri di Alam Semesta

"Menurut saya pertengahan tahun 2030-an itu cukup ambisius untuk perjalanan ke Mars dan pasti kita bisa mewujudkannya apabila betul-betul fokus. Namun saya pasti sudah sangat tua untuk misi Mars nantinya. Saya punya dua anak yang masih harus diurus," kata Peake, sebagaimana dilaporkan oleh situs The Telegraph.

Ia melanjutkan, "lebih sulit mengurus dua anak lelaki ketimbang menjadi seorang astronaut."
Walau begitu, Peake berpendapat pihak pengelola misi Mars harus memerhatikan aspek proteksi radiasi antariksa dengan seksama. Menurut Peake, sisi psikologis manusia sudah terbilang siap untuk menyambangi Mars sehingga persoalan teknis seperti keselamatan dan pelatihan dinilai oleh Peake harus dimaksimalkan.

Peake merupakan warga asli Inggris Raya yang saat ini sedang tinggal di Houston, Texas bersama istrinya, Rebecca dan dua anak lelakinya, Thomas dan Oliver.

Peake menghabiskan 17 tahun mengabdi di British Army Air Corps dan menjadi pilot helikopter senior serta pengajar penerbangan. Peake memutuskan untuk keluar dari Angkatan Udara Inggris tahun 2009 dan berpartisipasi dalam program Astronaut badan antariksa Eropa, ESA. 

Di tahun yang sama, ia berhasil mengalahkan sekitar 8.000 kandidat astronaut. Nasib berpihak padanya sehingga badan antariksa Eropa itu memilihnya langsung bersama lima kolega dari negara basis Eropa lainnya.

Tercatat Peake akan menjadi astronaut Inggris pertama yang bakal menginjakan kaki di ISS. (adt)

Source : http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150622151530-199-61612/astronaut-pertama-inggris-tak-berambisi-ke-planet-mars/