IKLAN

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Tutorial

HEBOH

Kuliner

Youtube Tutorial

Games

Lowongan Kerja

OpenSource

Mitologi Petani

Mitologi Petani

KAU bertanya pada lebah kemana mencari ketika
rindu pada wangi bunga-bunga yang kau hafal namanya
padahal musim itu sudah hilang berlalu tetapi lebah tak
menjawab dan lebah pun bertanya pada angin kemana
mencari taman ketika mimpinya tentang nektar dan
madu yang tak pernah ia rasakan manisnya tetapi angin
tidak menjawab dan angin pun bertanya kepada tanah
tentang benih-benih bunga yang ia bawa dari sebuah
negeri yang dicintai oleh para petani tetapi tanah tidak
menjawab dan tanah pun bertanya kepadamu tentang
bau lumpur di tangan dan kakimu dan ia ingin sekali
engkau menjawab ketika ia bertanya kaukah petani itu.

Dua Seperti, Satu Wajahmu

Dua Seperti, Satu Wajahmu

SEPERTI wajahmu subuh, berpupur embun
yang tak terbasuh. Matamu ujung rangka payung,
tak habis meneteskan, anak-anak hujan.

*
Seperti wajahmu siang, terlumur peluh yang miang.
Tubuhmu mentah, matahari adalah arang, menyala
di atas panggang. Hari segera jadi matang.

Harmoni

Harmoni

PADA Panggung Ungu, terpanggang mataku, bergeletar gendang telingaku, dilanda ombak suara, dilindu gelombang lagu.

Pada hati, lelaki menyentuhkan jemari di suara-suara itu, sunyi memanggil nyawanya kembali. Aku mendengarmu, mendengar sembunyiku

Bagaimana mengeja namamu, Suara? Aku bertanya, karena tak cukup sekali saja, aku merasa, kehilangan engkau.