IKLAN

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Tutorial

HEBOH

Kuliner

Youtube Tutorial

Games

Lowongan Kerja

OpenSource

Nexon M Dapat Menghadirkan RTS ke IOS & Android Lewat Beasts vs. Bots

Nexon M, penerbit game di balik DomiNations, baru saja mengumumkan satu buah game baru bergenre Real Time Strategy (RTS) yg berjudul Beasts vs. Bots. Bila anda ialah satu orang peminat RTS sejati, hadirnya genre ini di mobile pasti jadi kabar baik.

Dalam Beasts vs. Bots, anda dapat pilih antara dua ras yg sudah terpampang terang terhadap judul, Beast atau Bot. Beast, seperti namanya, merupakan monster-monster organik, sedangkan Bot merupakan monster-monster yg terbuat dari mesin. Keduanya mau jadi yg terkuat di muka Bumi, beradu sembari menghancurkan kota-kota milik manusia yg tak bersalah.

Sama Seperti DomiNations, Beasts vs. Bots pula mempunyai feature base builder. Di sini anda menciptakan satu buah markas yg diperlukan buat melaksanakan pelaksanaan & upgrade pasukan, juga buat pertahanan menghalau pemain lain yg menyerang.

Perbedaannya dengan game sejenis DomiNations atau Clash of Clans adalah di sini kamu akan bermain secara real-time atau synchronous saat melawan pemain lain. Tugas kamu adalah menghancurkan markas musuh dan tentunya mempertahankan markas milikmu sendiri. Beasts vs. Bots pada dasarnya memiliki apa yang dimiliki berbagai fitur yang ada pada game RTS di PC, namun dengan penyesuaian pada kontrol untuk mobile.

Beasts vs. Bots rencananya akan rilis sebentar lagi pada musim panas tahun ini (Juni – Agustus) di iOS dan Android. Penasaran dengan gameplay dari game ini? Kamu bisa melihatnya pada video di bawah. Terdapat pula berbagai gambar tambahan di situs resmi mereka.

Situs Resmi: Beasts vs. Bots



source http://id.techinasia.com/beasts-vs-bots-game-rts-ala-pc-akan-hadir-di-mobile/

Review Toysburg – Game Bertema Mainan Masa Kecil

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling indah. Pepatah tersebut mungkin sudah sering kita dengar dan saya sangat setuju dengan kalimat itu. Di masa tersebut, sebagian kehidupan kita diisi oleh berbagai macam kesenangan, terutama saat mendapatkan mainan yang kita impi-impikan.
Pada masa itu, kita sering mendambakan hadiah impian dari orang yang lebih tua kita. Nah, melalui game Toysburg ini, giliran kita sebagai orang yang lebih dewasa untuk membahagiakan anak-anak yang masih lugu nan polos.
Risky sudah pernah menuliskan berita singkat mengenai Toysburg sebelumnya. Saya sempat menduga Toysburg adalah game yang sangat cocok untuk anak-anak karena grafisnya yang sangat imut. Namun, dugaan saya ternyata salah total ketika langsung terjun mencicipi Toysburg. Saya merasa Toysburg tidak cocok untuk dimainkan anak-anak. Kenapa? Ikuti terus pembahasan saya di bawah ini:

Menyenangkan Sekaligus Rumit

Toysburg | Screenshot 1
Kamu akan berperan sebagai dirimu sendiri yang berprofesi sebagai pembuat mainan anak-anak. Di seluruh kota tempat kamu tinggal terdapat banyak anak yang sangat menginginkan pemberian mainan darimu. Yang dahsyat adalah, ketika kamu memberikan mainan kepada anak-anak tersebut, tubuh mereka akan berubah wujud sesuai dengan mainan yang kamu berikan. Hal yang sangat aneh memang, namun saya pribadi tidak mempermasalahkan keanehan tersebut karena bagi saya hal itu adalah sesuatu yang absurd, kreatif, dan jarang ada di dunia game.
Kamu akan menemukan berbagai macam aturan untuk melaksanakan tugas. Mulai dari cara memesan mainan, merakit mainan yang dipesan, mengantarkannya ke anak-anak, memperbaiki mainan ketika sudah rusak, membeli resep mainan baru, dan berbagai aturan lainnya yang bisa dibilang sedikit rumit. Mempraktekkan hal-hal yang barusan saya sebutkan pun tidak segampang teorinya.
Butuh waktu yang agak lama agar saya terbiasa dan hafal akan alur dari memproduksi mainan, mengantarnya ke tangan anak-anak, hingga mendaur ulang mainan tersebut. Saya pikir anak-anak yang belum remaja mungkin sulit untuk menikmati game Toysburg saking susahnya untuk dipelajari.

Quest yang Memeras Otak

Toysburg | Screenshot 2
Toysburg juga menyediakan quest dengan imbalan experience dan gold dalam jumlah besar. Di dalam quest, kamu akan diminta menebak mainan apa yang paling cocok untuk diberikan kepada NPC yang bersangkutan. Sebagai contoh, kamu harus memberikan mainan dokter kepada anak seorang anak agar bisa mengobati temannya yang sedang kesakitan. Kamu harus berinisiatif sendiri untuk memberikan mainan dokter, sebab tidak ada petunjuk gamblang yang memberi tahu kalau harus memberikan mainan tersebut.
Jika kamu sudah kebingungan dan tidak terpikir sama sekali untuk memberikan mainan apa, kamu bisa mengorbankan Candy (mata uang IAP) agar mendapatkan petunjuk yang eksplisit. Quest maupun tantangan yang ada juga semakin beragam dan memeras otak seiring perluasan daerah yang bisa dijelajahi berkat penyelesaian berbagai misi.

Bangun Sekaligus Tunggu Pabrik Mainan Kamu

Toysburg | Screenshot 3
Pekerjaan kamu di Toysburg tidak hanya memberikan mainan untuk anak-anak saja. Dari sisi bisnis, kamu juga harus melakukan upgrade pabrik mainan ketika gold yang kamu miliki sudah mencukupi. Selain itu, kamu juga harus rajin melihat resep mainan, sebab kamu sesekali akan menjumpai quest yang tidak akan bisa diselesaikan tanpa membeli resep baru terlebih dahulu.
Segala sesuatu yang kamu kerjakan di sini pun juga dibatasi dengan adanya waktu tunggu.Inventory yang disediakan pun tergolong serba mepet sehingga bisa membuat kamu sedikit frustasi. Tentu saja developer Toysburg sengaja memanfaatkan waktu tunggu dan inventoryyang serba terbatas sebagai ladang uang IAP mereka.
Untungnya, sejauh saya bermain, saya masih dapat menikmati Toysburg dengan nyaman tanpa menggunakan IAP sama sekali. Apabila kamu berniat membeli IAP, kamu bisa membeli sebuah sepeda yang bisa menghemat waktu kamu berkeliling kota dengan membayar Rp59.000.

Beragam Humor Lucu, Sandbox yang Seru, dan Dapat Dimainkan Secara Offline

Toysburg | Screenshot 4
Percakapan antara tokoh utama dengan para NPC adalah nilai plus lain yang ada diToysburg. Humor anti garing sangat sering muncul di dialog antar keduanya. Banyak kejadian tidak masuk akal tetapi masih bisa dinikmati berkat dialog lucu yang bisa membuat saya tertawa.
Bagi kamu yang suka dengan game sandbox, unsur sandbox yang ditawarkan di Toysburgpun mungkin akan terasa seru. Kamu bisa merancang desain mainan sesuka hati hingga seaneh mungkin. Ingin mendesain mainan manusia berkepala singa, berkaki sapi, berbuntut tikus, dan memiliki sayap malaikat? Kamu bisa melakukannya di sini. Nantinya mainan tersebut bisa kamu pamerkan di akun Facebook milikmu.
Toysburg bisa kamu dapatkan secara gratis di iOS dan Android. Kabar bagus lainnya adalahToysburg bisa dimainkan tanpa memerlukan koneksi internet sama sekali. Terlebih lagi, tidak perlu gadget yang terlalu canggih untuk memainkannya karena game ini tergolong dalam kategori ringan.

Kesimpulan

Walaupun tergolong rumit untuk game dengan grafis yang kekanak-kanakan, saya tetap dapat menikmati Toysburg dan menyimpulkan bahwa Toysburg cukup bagus untuk dimainkan. Banyak hal-hal baru yang bisa kamu temui di Toysburg, seperti membuat anak-anak menjadi seperti mainan idaman, atau membuat mainan dengan desain nyeleneh. Jika kamu sudah bosan dengan game mobile yang hanya menawarkan “itu-itu” saja, Toysburgbisa menjadi pilihan tepat buat kamu.


source http://id.techinasia.com/review-toysburg/

Review Tiki Taka Soccer – Super Sulit Namun Super Adiktif

Di tengah kemunculan berbagai game sepak bola yang semakin realistis dan memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, hadirlah sebuah game yang jauh dari grafis indah dan manajemen tim yang kompleks. Game itu adalah Tiki Taka Soccer yang dibuat oleh Panic Barn. Walau tak serealistis FIFA 15, Tiki Taka Soccer menghadirkan gameplay baru yang betul-betul unik untuk game sepak bola.
Keunikan tersebut berupa kontrol yang memakai tap dan swipe, bukannya mengandalkan tombol-tombol. Terdapat dua mode kontrol, yaitu ketika menyerang dan ketika bertahan. Sewaktu menyerang, kamu dapat melakukan tap ke daerah ke mana pemainmu ingin digerakkan. Untuk mengoper, cukup tap pemain lain yang ingin kamu oper. Lalu untuk melakukan tembakan, tinggal swipe layar sesuai arah tembakan yang kamu inginkan.
Pada saat bertahan, pemain-pemainmu secara otomatis akan mengejar pemain lawan yang memiliki bola jika masuk ke dalam area posisinya. Selain itu, kamu bisa tap pemainmu agar ia lebih agresif lagi mengejar, atau tap pemain lawan agar pemain terdekatmu mengejarnya. Terdapat pula kontrol tingkat lanjut, seperti melakukan umpan terobosan dan sliding, yang bisa kamu pelajari melalui loading screen atau melihat video tutorial yang dapat diakses dari menu utama.
Tiki Taka Soccer | Screenshot 1
Keunikan kontrol dari Tiki Taka Soccer ini merupakan kelebihan sekaligus kekurangannya. Untuk menguasai kontrol ini, saya memerlukan waktu yang cukup lama agar bisa menang dan menikmati permainan. Ketiadaan partai ekshibisi membuat saya hanya bisa membiasakan diri di turnamen liga. Setidaknya terdapat lima pertandingan di liga yang harus saya korbankan agar akhirnya bisa menang. Untuk liga ini, akan saya jelaskan nanti.
Akan tetapi, justru kesulitan inilah yang membuat saya penasaran dan ingin menguasainya. Mungkin bagi kamu yang kurang sabar akan langsung bosan karena terus kalah dan menghapus Tiki Taka Soccer dari memori perangkatmu. Namun, bagi para pencinta gamesepak bola dengan sedikit kesabaran, game ini akan terasa adiktif. Ya … setidaknya untuk musim pertama.

Bangun Karir Manajerial dari Liga Terendah

Tiki Taka Soccer | Screenshot 2
Tiki Taka Soccer sebenarnya memiliki dua mode utama, yaitu mode karir yang bisa kamu akses dari tombol “Play” dan mode latihan yang langsung bisa kamu mainkan di menu utama. Betul, di menu utama kamu bisa memainkan tiga orang pemain yang dipilih secara acak oleh game. Di sini kamu bisa melatih gerakan-gerakan yang ada. Sayangnya, tidak ada opsi untuk menambahkan lawan.
Jika kamu sudah merasa sudah puas berlatih, saatnya menekan tombol “Play” dan masuk ke dalam gameplay utama. Di sini kamu akan berperan sebagai manajer dan juga memainkan tim saat bertanding. Kamu bisa memilih avatar dari manajermu, membuat tim sendiri, dan memilih liga dari negara mana tempat kamu akan bertanding (tentunya saya pilih Liga Inggris). Kamu akan mulai dari liga terbawah (conference) dan perlahan merangkak naik ke liga utama dan bahkan Liga Champs (pelesetan dari Liga Champions), dengan syarat perjalananmu lancar-lancar saja ya. Kalau saya sih … silakan baca terus ke bawah.
Sebagai manajer, kamu bisa melakukan beberapa hal seperti merekrut pelatih dan akuntan, membeli pemain, membeli item, menentukan formasi dan kesebelasan, serta banyak hal lainnya. Setiap kegiatan sangat penting agar kamu bisa bersaing di kompetisi. Kamu juga memiliki level yang bisa ditingkatkan seiring bertambahnya jumlah pertandingan. Jika kamu mencetak kemenangan, clean sheet, atau gol, maka semakin cepat pula kamu naik level. Semakin tinggi levelmu, maka semakin tinggi pula pendapatan dan pemain yang tertarik untuk bergabung.

Musim Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya?

Tiki Taka Soccer | Screenshot 3
Musim pertama saya di Tiki Taka Soccer bagaikan sebuah roller coaster, dengan bagian terbaik berada di ujungnya. Seperti yang saya katakan tadi, beberapa pertandingan awal tidak berjalan baik untuk tim saya dan kami pun terpuruk di peringkat kedua dari bawah (mungkin bahkan pernah terbawah). Seiring dengan meningkatnya kemampuan bermain, mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli pemain, dan terbentuknya pola permainan yang ampuh, saya pun mulai merangkak naik meninggalkan zona ujung dunia (karena tidak ada degradasi di tingkat terbawah).
Tidak lupa pula saya membeli item bernama NRG yang dapat mengembalikan stamina pemain. Item ini penting sekali karena jika stamina pemainmu di bawah standar, maka mereka akan jauh lebih lambat dan lemah. Mereka juga akan lebih beresiko terkena cedera yang tentunya sangat mengganggu.
Tiki Taka Soccer | Screenshot 4
Seiring meningkatnya level kamu, maka semakin banyak formasi yang bisa dipakai. Walaupun begitu, saya tidak melakukan perubahan sama sekali pada formasi 4-4-2 yang sudah terbuka dari awal dan saya pakai dengan nyaman. Pernah saya mencoba formasi lain, namun hasilnya malah nihil. Bagi kamu yang suka bereksperimen, mungkin kamu bisa menemukan formasi lain yang lebih cocok, tidak seperti saya.
Di penghujung musim, akhirnya saya berhasil menempati peringkat lima besar dan berhak mengikuti play-off untuk promosi ke liga di atasnya. Saya pun berhasil memenangkan play-off dan menjadi salah satu klub yang mendapatkan promosi ke League 2. Sepertinya saya akan menikmati musim kedua ini, tapi ternyata kenyataan pahit menghampiri saya.

Tertampar Kenyataan di Musim Kedua

Tiki Taka Soccer | Screenshot 5
Lihat nasib saya yang terpuruk di dasar klasemen pada musim kedua
Di awal musim kedua, saya diberi dua pilihan secara tiba-tiba. Saya harus memilih antara meninggalkan klub yang telah saya beri nama dengan penuh cinta, pemain-pemain yang telah saya rekrut dengan pertimbangan matang, dan fan yang mencintai saya (agak berlebihan sih), demi menukangi klub lain yang lebih menggiurkan. Dengan dasar kesetiaan, akhirnya saya memilih untuk bertahan.
Musim kedua bersama klub saya pun dimulai dan kepanikan melanda. Pemain-pemain yang sudah uzur menyatakan diri pensiun. Pemain berumur di atas 30 tahun statusnya menurun dengan drastis. Uang hadiah yang saya kumpulkan pun hanya bisa membeli dua pemain berkualitas. Hasilnya, saya seperti kembali ke awal musim pertama, babak belur. Yah, berakhirlah bulan madu saya bersama Tiki Taka Soccer.
Mungkin ini kesalahan saya tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk. Mungkin juga seharusnya saya memilih melatih klub lain. Akan tetapi, alangkah baiknya jika gamememberitahukan saya terlebih dahulu tentang beberapa pemain yang akan pensiun sebelum musim dimulai, penurunan status pemain uzur yang drastis, atau informasi klub selanjutnya yang akan dilatih. Mood yang baik tiba-tiba sirna karena hal tersebut.

Jangan Takut Sebelum Mencoba

Tiki Taka Soccer | Screenshot 6
Akhirnya rela mengganti formasi yang lebih bertahan
Setelah membaca cerita pilu saya di atas, jangan berkecil hati dulu dan menjadi malas untuk mencoba. Bagi kamu yang membaca review Tiki Taka Soccer ini, pengalaman saya tadi menjadi peringatan sebelum kamu terkena masalah yang sama seperti saya. Dengan begitu, kamu bisa mempersiapkan klub kamu agar tidak mengalami masalah yang sama.
Secara keseluruhan, Tiki Taka Soccer adalah game yang sangat menarik dan wajib kamu coba, terutama bagi para pencinta game sepak bola. Di sini kamu akan memulai kembali dari nol seperti pertama kali memainkan Winning Eleven atau FIFA di PlayStation. Kamu akan jatuh, tapi terus mencoba dan mencoba lagi seperti saya yang semoga akan bangkit di musim kedua ini. Sekali lagi, jangan takut bermain game ini karena membaca pengalaman saya di atas (karena bisa jadi saya saja yang payah). Jika kamu belajar dari kesalahan saya, maka kamu tidak akan bisa lepas dari Tiki Taka Soccer.

source : http://id.techinasia.com/review-tiki-taka-soccer/

Review Captain Heroes – Game Shooter Klasik dengan Kebutuhan Internet yang Mengigit

Sebelum lebih jauh mengulas game satu ini, saya ingin jujur kepada kamu semua bahwa saya bukanlah orang yang sering mengisi paket internet data untuk keperluan bermaingame. Mayoritas game mobile online yang saya miliki biasanya saya mainkan dengan koneksi internet Wi-Fi, dan keperluan paket mobile data saya hanya mencukupi untuk keperluan chatting belaka.
Captain Heroes minggu lalu hadir sebagai salah satu game yang “memaksa” saya untuk menaikkan batas kuota internet saya agar bisa memainkan game ini secara lancar. Sedikit informasi tambahan, Captain Heroes merupakan spin-off dari MMORPG Soul Guardians yang sempat kami ulas pada Juli 2014 lalu.
Berbeda dibandingkan Soul Guardians yang mengusung permainan action RPG, Captain Heroes membawamu ke dalam aksi arcade shooter bergrafis anime yang cukup solid. Sayangnya dengan persyaratan online khusus paket data yang membuatnya agak sedikit membebani untuk dimainkan, saya yakin kamu pastinya memerlukan pendapat khusus sebelum memutuskan apakah game ini pantas untuk uang pulsa kamu atau tidak. Jadi simak ulasan berikut hingga habis kawan.
Game ini berkisah tentang invasi bajak laut Kraken di negeri Mu yang damai dan tentram. Tugas kamu di game ini adalah membebaskan negeri Mu dari makhluk-makhluk jahat tersebut dengan jalan merekrut jagoan dari berbagai pelosok negeri untuk membasmi perompak Kraken sampai tuntas.
Pada bagian awal permainan kamu akan diberi tutorial yang isinya menjelaskan bagaimana cara memainkan Captain Heroes. Di setiap level kamu hanya perlu menggerakkan indikator target ke arah musuh lewat sentuhan joystick virtual di bagian kanan layar untuk menembak lawan, kemudian menggerakan joystick sebelah kiri untuk menggerakkan jagoanmu di sekitar arena permainan.
Dengan permainan shooter yang mengingatkan saya akan game klasik Cabal plus sedikit sentuhan RPG di dalamnya, kamu akan mengarungi sebuah pertempuran dahsyat yang cukup seru, di mana kita bahkan bisa merusak lingkungan level sebagai bagian dari strategi permainan.
Captain Heroes | screenshot 1
Bila kamu ingat dengan game di sebalah kanan, selamat, berarti kamu masuk kategori gamer tua seperti saya
Tak hanya itu saja, musuh yang kita hadapi juga memiliki variasi animasi dan model yang cukup beragam. Di beberapa level, kamu bahkan akan diberikan misi yang bervariasi, mulai dari membunuh semua musuh tanpa harus melukai sandera, hingga melawan bos raksasa yang desain karakternya membuat saya teringat karakter bajak laut Tron Bonne di Megaman Legends.
Masih dalam soal teknis pertempuran, di game ini kamu juga bisa mengaktifkan mode auto battle di mana karakter kamu akan dijalankan secara otomatis oleh komputer. Jadi, selagi kamu sibuk, kamu bisa mengaktifkan mode auto battle ini sehingga kamu bisa memperkuat karakter hero kamu sambil mengerjakan rutinitas lain dalam waktu bersamaan.
Namun ada imbas tertentu bila kamu bermain menggunakan mode auto battle. Bila kamu bermain di mode ini, perolehan loot kamu akan berkurang sehingga kurang begitu maksimal untuk kepuasan grinding.

Ramah di Awal, Grinding Hingga Jor-Joran di Pertengahan

Captain Heroes | screenshot 2
Seiring jauhnya permainan, kamu akan menghadapi musuh yang semakin tangguh sehingga kamu harus mengimbanginya dengan memperkuat jagoanmu lewat sistem enhance dan evolve yang disediakan. Dalam Captain Heroes, level hero hanya bisa dinaikkan dengan cara menggabungkan satu hero dengan hero lainnya, atau menggunakan material lain yang didapat dari menaklukan sebuah stage.
Keberadaan hero sendiri, merupakan elemen penting dalam permainan Captain Heroes. Di sini kamu akan membuat sebuah grup berisikan tiga orang hero, di mana dengan grup tersebut, kamu bisa menggabungkan atribut khusus yang mereka miliki. Sebagai contoh, karakter semacam Teo bisa mengurangi damage peluru lawan sebesar 3%, dan karakter support seperti Marie bisa menyembuhkan nyawamu ketika kamu melempar bom ke lawan.
Di bagian awal, kamu akan mendapatkan drop hero serta gold dan tentu saja itu sudah lebih dari cukup untuk menaikkan hero yang sudah kamu miliki sebelumnya. Seiring semakin jauhnya level bermain, biaya untuk menggabungkan hero tidaklah murah, kamu harus membayar gold dalam jumlah besar untuk meningkatkan level mereka, padahal gold yang bisa kamu terima di sini jumlahnya tidak sebanding dengan apa yang harus kamu keluarkan.
Captain Heroes | screenshot 3
Grinding semalam suntuk atau membeli IAP tentu merupakan jalan keluar dari permasalahan samacam ini. Sayangnya, kedua hal tadi merupakan hal yang saya benci dariCaptain Heroes, apalagi mengingat game ini tidak bisa dimainkan lewat jaringan koneksi internet Wi-Fi.
Sepanjang proses mengulas game ini, saya yang bermain menggunakan koneksi paket data mobile seadanya (kurang lebih 100MB) benar-benar dibuat resah dengan aktivitas grinding Captain Heroes. Dan benar saja, menginjak level 15, saya sudah kehabisan kuota internet mobile, sehingga game ini sedikit meninggalkan kesan pahit di benak saya.
Saya yakin tak hanya saya sendiri saja yang harus memainkan game ini dengan koneksi data mobile. Beberapa komentar dari pengguna Indonesia juga mengeluhkan hal serupa. Saat saya menelusuri kolom review Captain Heroes di Google Play, developer ZQGame Inc berkilah bahwa ini disebabkan pengaturan device dan juga Wi-Fi di lingkungan pemain.
Apapun alasan yang diberikan, sepanjang saya masih bisa bermain game online mobilelainnya dengan koneksi Wi-fi di rumah, maka saya anggap justru Captain Heroes yang bermasalah dan sudah pasti ini juga mempengaruhi penilaian saya terhadapnya.

Berbagai Pilihan Mode Dengan Aturan Gameplay Yang Bervariasi

Captain Heroes | screenshot 4
Berbicara soal grinding, Captain Heroes menyertakan jumlah stamina yang sangat terbatas yakni lima butir “peluru” dengan lama pengisian selama 10 menit per peluru. Seandainya kamu bosan menyelesaikan misi campaign, kamu bisa mengalihkan perhatian kamu sejenak ke empat mode selingan Captain Heroes seperti Special Dungeon, Endless Dungeon, Hero Mode, dan PvP Arena. Di luar PvP Arena, semua mode tadi meminta kebutuhan peluru yang seragam, jadi kamu perlu memikirkan penggunaan stamina gameini matang-matang.
Untuk ulasan ini, saya hanya akan membahas PvP Arena saja karena mode inilah yang memiliki gameplay paling tidak biasa di antara sekian mode lainnya. Sesuai namanya, dalammode ini akan bertarung menghadapi kombinasi tim buatan pemain lain dengan sistem stamina khusus kupon PvP.
Tujuanmu di sini tentu saja adalah memenangkan setiap pertempuran agar mendapatkan skor leaderboards yang bisa kamu tukarkan menjadi Honor Point. Dengan poin tersebut kamu bisa membeli beberapa item menarik seperti hero berkualitas premium, enchant stonelegendaris, batu garnet (mata uang IAP), dan lain sebagainya.
Captain Heroes | screenshot 5
Sesuai konsep PvP, dalam mode ini kamu akan menyusun sebuah grup khusus berisikan 10 orang karakter yang akan mengisi empat posisi khusus: yakni leader, attack, defense, danbuff. Keempat posisi tadi menentukan karakter mana saja yang akan menyerang dan bertahan menghadapi grup bentukan lawan.
Nantinya karakter siapa yang sanggup bertahan hingga akhir pertarungan, maka dialah yang memenangi mode PvP Arena. Mode tersebut saya rasa cukup atraktif, karena dengan ini otomatis kamu akan terpicu untuk memperkuat setiap hero yang kamu miliki agar level mereka semua setara.

IAP Mahaaall … dengan Alternatif Abonemen Status VIP yang Lumayan

Captain Heroes | screenshot 6
Selain kebutuhan bermain menggunakan paket data mobile, hal lainnya yang patut saya soroti di sini adalah harga pembelian garnet (mata uang IAP) Captain Heroes yang amat sangat mahal. Penawaran paling murah yang disediakan ZQGame Inc adalah paket berisikan 200 Garnet seharga Rp121.548, edan … mahal sekali bukan? Dengan 200 Garnet tadi kamu bisa membeli paket pembelian 10 lotere premium berisi karakter yang sangat bagus (tiga hingga lima bintang).
Cara lain untuk mendapatkan karakter bertaraf premium tadi adalah melakukan grindingpermainan hingga berhari-hari demi mengumpulkan 40 butir Garnet. Dengan mata uang IAP sebanyak itu, kamu bisa membeli penawaran satu lotere premium yang hasil akhirnya akan diacak oleh komputer.
Bila kamu memerlukan opsi bantuan untuk membantumu menjalani aktivitas grinding, ZQGame Inc menyediakan opsi pembelian status VIP bulanan seharga Rp36.453. Penawaran ini merupakan opsi paling ekonomis untuk mendapatkan 200 Garnet dalam kurun waktu satu bulan, karena setiap harinya, kamu akan diberikan 12 butir garnet untuk keperluan progres bermain.

Kesimpulan

Sebagai penutup, Captain Heroes merupakan sebuah game shooter klasik dengan beberapa kekurangan yang membuatnya kurang begitu bisa dinikmati oleh para gamer, khususnya di wilayah Indonesia. Secara mekanisme permainan game ini tidak bisa dibilang buruk dan saya sendiri cukup tertarik dengan keindahan grafis yang dihadirkan ZQGame.
Namun, seperti apa yang sudah saya katakan tadi, dengan absennya fitur bermain menggunakan Wi-Fi, plus tingginya jam terbang aktivitas grinding yang menggerus kuota internet kita, maka maaf saja bila saya tidak akan merekomendasikan game ini kepada siapapun, termasuk kepada pembaca setia Tech In Asia.
http://id.techinasia.com/review-captain-heroes/